Jumat, 08 Januari 2016

ANALISIS PENATAAN RUANG PARKIR STASIUN KERETA API PURWOKERTO



ANALISIS PENATAAN RUANG PARKIR STASIUN KERETA API
PURWOKERTO

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan transportasi
Disusun Oleh :

Eka Mulyawati             1203010013


TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang

Jumlah dan perkembangan penduduk Kota Purwokerto tahun 2014 tercatat sebanyak 246.344 jiwa, dengan luas kota Purwokerto adalah 38,58 km² dan tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 1-2 % pertahun.
Meningkatnya jumlah penduduk kota Purwokerto berpengaruh pada tingginya frekuensi kegiatan di pusat-pusat perniagaan, serta permintaan jasa transportasi yang semakin tinggi. Dengan semakin banyak dan berkembangnya alat transportasi darat serta semakin banyaknya lokasi kegiatan penduduk yang tersebar diberbagai tempat, maka kebutuhan akan tempat parkir semakin luas. Penyebabnya karena sebagian besar masyarakat banyak menggunakan kendaraan.
 Permasalahan parkir sangat penting untuk dikaji lebih mendalam, karena hampir semua aktivitas kegiatan diruang terbuka memerlukan sarana tempat parkir. Ruang parkir yang dibutuhkan harus tersedia secara memadai. Sebab dengan semakin besar volume lalulintas yang beraktivitas baik yang meninggalkan atau menuju pusat kegiatan, maka semakin besar pula kebutuhan ruang parkir, bila tidak cukup kendaraan tersebut akan mengambil parkir ditepi jalan diseputar kawasan tersebut, sehingga menyebabkan kesemrawutan. Jadi parkir di jalan raya (on street parking) harus diatur dan dibatasi dengan cara menyediakan ruang parkir sesuai kebutuhan.
Untuk mengkaji permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku lalulintas terutama kendaraan yang berkunjung ke Stasiun Purwokerto dan memerlukan parkir, serta akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas parkir tersebut karena perletakan ruang parkir tersebut yang sering menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di sekitar Stasiun. Selanjutnya menganalisis langkah pemecahan masalah parkir dan menentukan konsep penataan ruang parkir yang aman dan nyaman.

1.2.       Perumusan masalah
1.      Apakah penataan ruang parkir berpengaruh terhadap pergerakan lalu lintas di sekitar Stasiu Purwokerto?
2.      Bagaimana cara mengatasi permasalahan penataan ruang parkir di Stasiun Purwokerto?

1.3.       Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1       Tujuan Penulisan
1.      Memahami dampak yang ditimbulkan tempat parkir terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
2.      Berpengaruh atau tidaknya tempat parkir terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.

1.3.2        Manfaat Penulisan
1.        Kita dapat mengetahui, memahami dampak yang ditimbulkan tempat parkir terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
2.      mengetahui bahwa tempat parkir sangat berpengaruh terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1.       Pengertian Parkir
Beberapa pengertian mengenai tempat parkir, adalah sebagai berikut:
a.       Parkir adalah menghentikan mobil beberapa saat lamanya, (Poerwadarminta, 1984).
b.      Parkir adalah tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu yang lama atau sebentar tergantung pada kendaraan dan kebutuhannya (peraturan lalulintas).
c.       Parkir adalah tempat menempatkan dengan memberhentikan kendaraan angkutan/barang (bermotor maupun tidak bermotor) pada suatu tempat dalam jangka waktu tertentu (Taju, 1996).
d.      Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara (Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Direktur Jenderal Perhubungan Darat).

2.2.       Karakteristik Parkir
Karakteristik parkir dimaksudkan sebagai sifat-sifat dasar yang memberikan penilaian terhadap pelayanan parkir dan permasalahan parkir yang terjadi pada lokasi penelitian. Berdasarkan karakteristik parkir, akan dapat diketahui kondisi perparkiran yang terjadi pada lokasi penelitian yaitu mencakup antara lain :
a.       Volume Parkir
Volume parkir adalah jumlah kendaraan yang termasuk dalam beban parkir (yaitu jumlah kendaraan per periode waktu tertentu, biasanya per hari, Rumus yang digunakan untuk menghitung volume parkir adalah (Hobbs, 1979) :
Volume = Nin + X (kendaraan)
Keterangan:
Nin : Jumlah kendaraan yang masuk (kendaraan).
X : Kendaraan yang sudah ada sebelum waktu survai (kendaraan).

b.      Akumulasi Parkir
Akumulasi parkir adalah jumlah keseluruhan yang parkir di suatu tempat pada waktu tertentu dan dibagi sesuai dengan kategori jenis maksud perjalanan, dimana integrasi dari akumulasi parkir selama periode tertentu menunjukkan beban parkir (jumlah kendaraan parkir) dalam satuan jam kendaraan per periode waktu tertentu (Hobbs, 1979).

c.       Kriteria dalam penentuan tata letak parkir.
Dalam penentuan tata letak parkir, mempunyai beberapa kriteria antara lain :
1.      Parkir Terletak pada Muka Tapak yang Datar
Tempat parkir diusahakan berada pada permukaan yang datar. Apabila permukaan tanah asal mempunyai kemiringan, maka perlu dipikirkan penggunaan grading dengan sistem cut an fill. Lokasi permukaan yang datar pada area parkir dimaksudkan untuk menjaga keamanan kendaraan agar parkir dengan aman dan tidak menggelinding.

2.      Penempatan Parkir Tidak Terlalu Jauh dari Pusat Kegiatan
Hubungan pencapaian antara tempat parkir dengan bangunan atau tempat kegiatan diusahakan tidak terlalu jauh. Bila jarak antara tempat parkir dengan pusat kegiatan cukup jauh, maka diperlukan sirkulasi yang jelas dan terarah menuju area parkir.
Ditinjau dari penggunaannya, tempat parkir terbagi atas :
§   Parkir kendaraan beroda lebih dari 4 (empat), misalkan bus dan truk.
§   Parkir kendaran beroda 4 (empat), misalkan sedan dan mini bus.
§   Parkir kendaraan beroda 3 (tiga), misalkan bemo dan motor sispan
§   Parkir kendaraan beroda 2 (dua), misalkan sepeda dan sepeda motor.
Ditinjau dari sudut perancangannya (desain) maka kriteria dan prinsip tempat parkir secara garis besar harus memperlihatkan faktor berikut :
§   Waktu penggunaan dan pemanfaatan tempat parkir.
§   Banyaknya kebutuhan jumlah kendaraan untuk menentukan luas tempat parkir.
§   Ukuran dan jenis kendaraan yang akan ditampung.
§   Mempunyai keamanan yang baik dan terlindung dari panas pancaran sinar matahari.
§   Cukup penerangan cahaya di malam hari.
§   Tersedianya sarana penunjang parkir, misal tempat tunggu sopir, tempat sampah.

d.      Bentuk Tempat Parkir
Bentuk tempat parkir kendaraan mempunyai beberapa jenis, yakni :
o    Parkir tegak lurus
Gambar 1. Parkir Tegak Lurus (Perpandicular)

o   Parkir Sudut (Angle)
Gambar 2. Parkir Sudut (Angle)



o   Parkir khusus bagi penderita cacat
Gambar 3. Parkir khusus bagi penderita cacat


o   Parkir paralel (Parallel)
Gambar 4. Parkir Paralel (Parallel)

e.       Perkerasan dan Konstruksi
Ditinjau dari segi perkerasan dan konstruksinya dapat dibagi menjadi:
·        Perkerasan kedap air yaitu perkerasan lahan parkir mempergunakan bahan aspal kedap air.
Gambar 5. Perkerasan Kedap Air

·        Perkerasan yang menyerap air yaitu perkerasan yang menggunakan bahan/material paving dimaksudkan agar dapat menyerap air permukaan seperti air hujan. Walaupun demikian masih diperlukan pula sistem drainase di sekitar tempat parkir.
Gambar 6. Perkerasan yang menyerap air

2.3.       Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Purwokerto yang merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas dengan fokus pengamatan dan penataan yaitu pada Ruang Parkir Stasiun Kereta Api Kota Purwokerto yang berlokasi di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat.
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu :
1.      Metode penelitian Lapangan (Field Research Method) yaitu pengamatan langsung pada lokasi untuk melihat kondisi fisik.
2.      Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research Method). Metode pengumpulan data dengan cara membaca literatur-literatur yang terkait dengan objek penelitian.
Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif dengan memberikan gambaran terhadap lokasi melalui identifikasi terhadap variabel-variabel antara lain analisis karakteristik parkir, dan penataan ruang parkir yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Pelaku Kegiatan dalam Stasiun Purwokerto
Jumlah kendaraan calon penumpang Kereta Api atau pelaku kegiatan yang ada di Stasiun Kereta Api Purwokerto mencapai 2.000 sepeda motor/hari dan 500 mobil/hari. Jika ada penambahan calon penumpang  mungkin kapasitas parkir akan tidak memenuhi tempat atau lahan yang disediakan.
Pelaku kegiatan dalam Stasiun Kereta Api Purwokerto melakukan kegiatan menurut peranannya dan yang menggunakan area parkir, yang dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.      Calon Penumpang Kereta Api
Calon Penumpang Kereta Api adalah pengguna angkutan kereta api.
2.      Karyawan P.T. Kereta Api
Karyawan P.T. Kereta Api adalah pegawai yang bekerja dalam berlangsungnya kegiatan transportasi dengan moda Kereta Api.
3.      Angkutan Umum
Angkutan Umum adalah angkutan yang digunakan untuk mengantar calon penumpang kereta api.

3.2              Kondisi Parkir Stasiun Purwokerto
Stasiun Kereta Api Purwokerto merupakan salah satu Stasiun yang ada di Purwokerto dan mempunyai peran sangat besar terhadap kegiatan transportasi masyarakat serta menjadi tumpuan harapan masyarakat tidak hanya di Kota Purwokerto tapi juga diluar Purwokerto.
Meskipun menjadi salah satu tumpuan transportasi masyarakat secara menyeluruh yaitu mampu menunjang kegiatan transportasi yang menunjang perekonomian masyarakat di Kota Purwokerto, namun sampai saat ini Stasiun Kereta Api Purwokerto masih terus menyimpan persoalan.
Salah satu permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah mengenai tempat parkir. Tempat parkir yang ada sudah cukup teratur dan tertata dengan baik. Akan tetapi untuk lokasi parkir yang berada di luar halaman  Stasiun, terdapat pengunjung maupun angkutan umum yang cenderung tidak memiliki kesadaran untuk memarkir kendaraan pada tempat yang sudah disediakan, ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitarnya cukup terganggu pada jam-jam yang sibuk.



Gambar 7. Layout tempat parkir stasiun KA Purwokerto


Gambar 8. Tampak atas Tempat parkir Stasiun KA Purwokerto


Gambar 9. Tampak atas Akses Tempat parkir Stasiun KA Purwokerto

3.3              Analisis Karakteristik Parkir
Karakteristik parkir dimaksudkan sebagai sifat-sifat dasar yang memberikan penilaian terhadap pelayanan parkir dan permasalahan parkir yang terjadi pada lokasi penelitian. Berdasarkan karakteristik parkir, akan dapat diketahui kondisi perparkiran yang terjadi pada lokasi penelitian yaitu mencakup antara lain :
a.       Volume Parkir
Berdasarka data yang diperoleh dari pengelola tempat parkir Stasiun Purwokerto didapatkan bahwa volume parkir Stasiun Kereta Api Purwokerto dengan Luas sekitar 784 m2 yang setiap harinya menampung rata - rata kendaraan mobil mencapai 500 kendaraan termasuk angkutan umum dan 2000 kendaraan sepeda motor.






Gambar 10. Situasi Parkir Stasiun Ka Purwokerto

3.4              Analisis Penataan Ruang Parkir
Analisis Sirkulasi Perparkiran
Analisis sirkulasi parkir dan bentuk parkir dapat didesain sesuai standar pemakai dan kondisi tapak yang ada dan berdasarkan analisis jenis pemakai serta jumlah kendaraan. Dengan mengacu pada standar pemakai dan kebutuhan serta kondisi tapak dan berdasarkan analisa bentuk tempat parkir maka bentuk yang cocok untuk Stasiun Kereta Api Purwokerto yaitu bentuk parkir berjajar 90o serta bentuk parkir sudut dengan kemiringan 45o.
Parkir tegak lurus (Perpandicular)


Parkir Sudut (Angle)
Konsep pola parkir dan penataannya dalam Stasiun Kereta Api Purwokerto dibedakan atas :
a.    Parkir untuk pengunjung harus mudah dicapai dan dekat dengan jalan sebagai akses utama.
b.    Parkir pengelola dipisahkan dengan parkir pengunjung.

BAB IV
PENUTUP

4.1       KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh simpulan sebagai berikut :
1.      Pengelola tempat parkir menyediakan lahan dengan luas sekitar 748 m2 dibagi menjadi dua lokasi yakni di halaman Stasiun yang menampung kendaraan mobil serta kendaraan yang menginap dan diluar halaman Stasiun yang di khususkan untuk sepeda motor.
2.      Penataan parkir di halaman Stasiun sudah tertata dengan baik,sedangkan penataan parkir diluar halaman Stasiun masih ada kendaraan yang parkir di lokasi yang tidak benar sehingga mengganggu arus lalu lintas.


DAFTAR PUSTAKA


Edward T. White dan Arisw K. Onggodiputro, 1990. Analisa Tapak, Intermatra, Bandung.
Putu. A.S. 2010. Analisis Karakteristik dan Kebutuhan Ruang Parkir Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 14 No.1, Denpasar.