ANALISIS PENATAAN RUANG PARKIR STASIUN KERETA API
PURWOKERTO

Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan transportasi
Disusun
Oleh :
Eka Mulyawati 1203010013
TEKNIK
SIPIL
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Jumlah dan
perkembangan penduduk Kota Purwokerto tahun 2014 tercatat sebanyak 246.344 jiwa,
dengan luas
kota Purwokerto adalah 38,58 km² dan tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 1-2 % pertahun.
Meningkatnya jumlah
penduduk kota Purwokerto berpengaruh pada tingginya frekuensi kegiatan di
pusat-pusat perniagaan, serta permintaan jasa transportasi yang semakin tinggi.
Dengan semakin banyak dan berkembangnya alat transportasi darat serta semakin
banyaknya lokasi kegiatan penduduk yang tersebar diberbagai tempat, maka
kebutuhan akan tempat parkir semakin luas. Penyebabnya karena sebagian besar
masyarakat banyak menggunakan kendaraan.
Permasalahan parkir sangat penting untuk dikaji lebih mendalam,
karena hampir semua aktivitas kegiatan diruang terbuka memerlukan sarana tempat
parkir. Ruang parkir yang dibutuhkan
harus tersedia secara memadai. Sebab dengan semakin besar volume lalulintas
yang beraktivitas baik yang meninggalkan atau menuju pusat kegiatan, maka
semakin besar pula kebutuhan ruang parkir, bila tidak cukup kendaraan tersebut
akan mengambil parkir ditepi jalan diseputar kawasan tersebut, sehingga
menyebabkan kesemrawutan. Jadi parkir di jalan raya (on street parking)
harus diatur dan dibatasi dengan cara menyediakan ruang parkir sesuai
kebutuhan.
Untuk
mengkaji permasalahan yang telah dikemukakan di atas, maka fokus penelitian ini
adalah mengidentifikasi perilaku lalulintas terutama kendaraan yang berkunjung
ke Stasiun Purwokerto dan memerlukan parkir, serta akibat yang ditimbulkan oleh
aktivitas parkir tersebut karena perletakan ruang parkir tersebut yang sering
menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di sekitar Stasiun. Selanjutnya
menganalisis langkah pemecahan masalah parkir dan menentukan konsep penataan
ruang parkir yang aman dan nyaman.
1.2.
Perumusan
masalah
1.
Apakah
penataan ruang parkir berpengaruh terhadap pergerakan lalu lintas di sekitar
Stasiu Purwokerto?
2.
Bagaimana
cara mengatasi permasalahan penataan ruang parkir di Stasiun Purwokerto?
1.3.
Tujuan
dan Manfaat Penulisan
1.3.1
Tujuan Penulisan
1.
Memahami
dampak yang ditimbulkan tempat parkir terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
2.
Berpengaruh
atau tidaknya tempat parkir terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
1.3.2
Manfaat
Penulisan
1.
Kita
dapat mengetahui, memahami dampak yang ditimbulkan tempat parkir terhadap arus
lalu lintas di sekitarnya.
2.
mengetahui
bahwa tempat parkir sangat berpengaruh terhadap arus lalu lintas di sekitarnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian
Parkir
Beberapa pengertian mengenai tempat
parkir, adalah sebagai berikut:
a.
Parkir adalah menghentikan mobil beberapa saat lamanya,
(Poerwadarminta, 1984).
b.
Parkir adalah tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu
yang lama atau sebentar tergantung pada kendaraan dan kebutuhannya (peraturan
lalulintas).
c.
Parkir adalah tempat menempatkan dengan memberhentikan kendaraan
angkutan/barang (bermotor maupun tidak bermotor) pada suatu tempat dalam jangka
waktu tertentu (Taju, 1996).
d.
Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak
bersifat sementara (Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Direktur
Jenderal Perhubungan Darat).
2.2.
Karakteristik Parkir
Karakteristik parkir dimaksudkan
sebagai sifat-sifat dasar yang memberikan penilaian terhadap pelayanan parkir
dan permasalahan parkir yang terjadi pada lokasi penelitian. Berdasarkan
karakteristik parkir, akan dapat diketahui kondisi perparkiran yang terjadi
pada lokasi penelitian yaitu mencakup antara lain :
a.
Volume Parkir
Volume parkir adalah jumlah kendaraan yang termasuk
dalam beban parkir (yaitu jumlah kendaraan per periode waktu tertentu, biasanya
per hari, Rumus yang digunakan untuk menghitung volume parkir adalah (Hobbs,
1979) :
Volume = Nin +
X (kendaraan)
Keterangan:
Nin : Jumlah kendaraan yang
masuk (kendaraan).
X : Kendaraan yang sudah ada sebelum
waktu survai (kendaraan).
b.
Akumulasi Parkir
Akumulasi parkir
adalah jumlah keseluruhan yang parkir di suatu tempat pada waktu tertentu dan
dibagi sesuai dengan kategori jenis maksud perjalanan, dimana integrasi dari
akumulasi parkir selama periode tertentu menunjukkan beban parkir (jumlah
kendaraan parkir) dalam satuan jam kendaraan per periode waktu tertentu (Hobbs,
1979).
c.
Kriteria dalam penentuan tata letak parkir.
Dalam penentuan
tata letak parkir, mempunyai beberapa kriteria antara lain :
1.
Parkir Terletak pada Muka Tapak yang Datar
Tempat parkir
diusahakan berada pada permukaan yang datar. Apabila permukaan tanah asal
mempunyai kemiringan, maka perlu dipikirkan penggunaan grading dengan sistem cut
an fill. Lokasi permukaan yang datar pada area parkir dimaksudkan untuk
menjaga keamanan kendaraan agar parkir dengan aman dan tidak menggelinding.
2. Penempatan Parkir Tidak Terlalu Jauh dari Pusat
Kegiatan
Hubungan
pencapaian antara tempat parkir dengan bangunan atau tempat kegiatan diusahakan
tidak terlalu jauh. Bila jarak antara tempat parkir dengan pusat kegiatan cukup
jauh, maka diperlukan sirkulasi yang jelas dan terarah menuju area parkir.
Ditinjau
dari penggunaannya, tempat parkir terbagi atas :
§ Parkir
kendaraan beroda lebih dari 4 (empat), misalkan bus dan truk.
§ Parkir
kendaran beroda 4 (empat), misalkan sedan dan mini bus.
§ Parkir
kendaraan beroda 3 (tiga), misalkan bemo dan motor sispan
§ Parkir
kendaraan beroda 2 (dua), misalkan sepeda dan sepeda motor.
Ditinjau dari sudut perancangannya
(desain) maka kriteria dan prinsip tempat parkir secara garis besar harus
memperlihatkan faktor berikut :
§ Waktu
penggunaan dan pemanfaatan tempat parkir.
§ Banyaknya
kebutuhan jumlah kendaraan untuk menentukan luas tempat parkir.
§ Ukuran
dan jenis kendaraan yang akan ditampung.
§ Mempunyai
keamanan yang baik dan terlindung dari panas pancaran sinar matahari.
§ Cukup
penerangan cahaya di malam hari.
§ Tersedianya
sarana penunjang parkir, misal tempat tunggu sopir, tempat sampah.
d.
Bentuk
Tempat Parkir
Bentuk tempat
parkir kendaraan mempunyai beberapa jenis, yakni :
o
Parkir
tegak lurus

Gambar 1. Parkir Tegak Lurus (Perpandicular)
o
Parkir
Sudut (Angle)

Gambar 2. Parkir Sudut (Angle)
o Parkir khusus bagi penderita cacat

Gambar 3. Parkir khusus bagi penderita cacat
o Parkir paralel (Parallel)

Gambar 4. Parkir Paralel (Parallel)
e. Perkerasan dan Konstruksi
Ditinjau dari
segi perkerasan dan konstruksinya dapat dibagi menjadi:
·
Perkerasan
kedap air yaitu perkerasan lahan parkir mempergunakan bahan aspal kedap air.

Gambar 5. Perkerasan Kedap Air
·
Perkerasan
yang menyerap air yaitu perkerasan yang menggunakan bahan/material paving
dimaksudkan agar dapat menyerap air permukaan seperti air hujan. Walaupun
demikian masih diperlukan pula sistem drainase di sekitar tempat parkir.

Gambar 6. Perkerasan
yang menyerap air
2.3.
Metodologi
Penelitian
Penelitian ini
dilaksanakan di Kota Purwokerto yang merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas
dengan fokus pengamatan dan penataan yaitu pada Ruang Parkir Stasiun Kereta Api
Kota Purwokerto yang berlokasi di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat.
Pengumpulan
data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu :
1. Metode penelitian Lapangan (Field Research Method) yaitu
pengamatan langsung pada lokasi untuk melihat kondisi fisik.
2. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research Method).
Metode pengumpulan data dengan cara membaca literatur-literatur yang terkait
dengan objek penelitian.
Analisis data
dilakukan dengan cara deskriptif dengan memberikan gambaran terhadap lokasi
melalui identifikasi terhadap variabel-variabel antara lain analisis
karakteristik parkir, dan penataan ruang parkir yang dapat memberikan rasa aman
dan nyaman.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Pelaku Kegiatan dalam Stasiun Purwokerto
Jumlah kendaraan calon penumpang Kereta
Api atau pelaku kegiatan yang ada di Stasiun Kereta Api Purwokerto mencapai 2.000
sepeda motor/hari dan 500 mobil/hari. Jika ada penambahan calon penumpang mungkin kapasitas parkir akan tidak memenuhi tempat
atau lahan yang disediakan.
Pelaku
kegiatan dalam Stasiun Kereta Api Purwokerto melakukan kegiatan menurut
peranannya dan yang menggunakan area parkir, yang dapat dikelompokan sebagai
berikut :
1.
Calon
Penumpang Kereta Api
Calon Penumpang Kereta Api adalah pengguna angkutan
kereta api.
2.
Karyawan
P.T. Kereta Api
Karyawan P.T. Kereta Api adalah pegawai yang bekerja
dalam berlangsungnya kegiatan transportasi dengan moda Kereta Api.
3.
Angkutan
Umum
Angkutan Umum adalah angkutan yang digunakan untuk
mengantar calon penumpang kereta api.
3.2
Kondisi Parkir Stasiun Purwokerto
Stasiun
Kereta Api Purwokerto merupakan salah satu Stasiun yang ada di Purwokerto dan
mempunyai peran sangat besar terhadap kegiatan transportasi masyarakat serta
menjadi tumpuan harapan masyarakat tidak hanya di Kota Purwokerto tapi juga
diluar Purwokerto.
Meskipun
menjadi salah satu tumpuan transportasi masyarakat secara menyeluruh yaitu
mampu menunjang kegiatan transportasi yang menunjang perekonomian masyarakat di
Kota Purwokerto, namun sampai saat ini Stasiun Kereta Api Purwokerto masih
terus menyimpan persoalan.
Salah
satu permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah mengenai tempat parkir.
Tempat parkir yang ada sudah cukup teratur dan tertata dengan baik. Akan tetapi
untuk lokasi parkir yang berada di luar halaman
Stasiun, terdapat pengunjung maupun angkutan umum yang cenderung tidak
memiliki kesadaran untuk memarkir kendaraan pada tempat yang sudah disediakan,
ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitarnya cukup terganggu pada jam-jam
yang sibuk.

Gambar
7. Layout tempat parkir stasiun KA
Purwokerto

Gambar
8. Tampak atas Tempat parkir Stasiun KA
Purwokerto

Gambar
9. Tampak atas Akses Tempat parkir
Stasiun KA Purwokerto
3.3
Analisis Karakteristik Parkir
Karakteristik parkir dimaksudkan
sebagai sifat-sifat dasar yang memberikan penilaian terhadap pelayanan parkir
dan permasalahan parkir yang terjadi pada lokasi penelitian. Berdasarkan
karakteristik parkir, akan dapat diketahui kondisi perparkiran yang terjadi
pada lokasi penelitian yaitu mencakup antara lain :
a.
Volume
Parkir
Berdasarka
data yang diperoleh dari pengelola tempat parkir Stasiun Purwokerto didapatkan bahwa
volume parkir Stasiun Kereta Api Purwokerto dengan Luas sekitar 784 m2
yang setiap harinya menampung rata - rata kendaraan mobil mencapai 500 kendaraan
termasuk angkutan umum dan 2000 kendaraan sepeda motor.




Gambar
10. Situasi Parkir Stasiun Ka Purwokerto
3.4
Analisis Penataan Ruang Parkir
Analisis Sirkulasi Perparkiran
Analisis sirkulasi parkir dan
bentuk parkir dapat didesain sesuai standar pemakai dan kondisi tapak yang ada
dan berdasarkan analisis jenis pemakai serta jumlah kendaraan. Dengan mengacu
pada standar pemakai dan kebutuhan serta kondisi tapak dan berdasarkan analisa
bentuk tempat parkir maka bentuk yang cocok untuk Stasiun Kereta Api Purwokerto
yaitu bentuk parkir berjajar 90o serta bentuk parkir sudut dengan
kemiringan 45o.
Parkir tegak
lurus (Perpandicular)

Parkir Sudut (Angle)

Konsep pola parkir dan penataannya dalam Stasiun
Kereta Api Purwokerto dibedakan atas :
a.
Parkir untuk pengunjung harus mudah dicapai dan dekat dengan jalan
sebagai akses utama.
b.
Parkir pengelola dipisahkan dengan parkir pengunjung.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis yang
diperoleh simpulan sebagai berikut :
1.
Pengelola tempat parkir menyediakan lahan dengan luas sekitar 748
m2 dibagi menjadi dua lokasi yakni di halaman Stasiun yang menampung
kendaraan mobil serta kendaraan yang menginap dan diluar halaman Stasiun yang
di khususkan untuk sepeda motor.
2.
Penataan parkir di halaman Stasiun sudah tertata dengan
baik,sedangkan penataan parkir diluar halaman Stasiun masih ada kendaraan yang
parkir di lokasi yang tidak benar sehingga mengganggu arus lalu lintas.
DAFTAR PUSTAKA
Edward T. White dan Arisw K. Onggodiputro, 1990. Analisa Tapak, Intermatra, Bandung.
Putu. A.S. 2010. Analisis Karakteristik dan Kebutuhan Ruang
Parkir Pusat Perbelanjaan di Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmiah Teknik Vol.
14 No.1, Denpasar.